A.PENDIDIKAN.
Pendiidkan adalah bimbingan atau pimpinan secara secara sadar oleh sipendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani siterdidik menuju kepribadian yang utama, sedangkanbimbingan itu sendiri merupakan suatu proses, dengan kata lain siterdidik mengalami proses yang berjalan bersam-sama kearah kedewasaan jasmaniah dan rohaniah, kata pendidikan dalam bahasa inggris “ education “, dalam bahasa arb disebut “tarbiyah”, berasal dari kata “rabba – yurabbi - tarbiyah” , yang berarti tumbuh dan berkembang.
Sedangkan Soeganda poerbakawatja (Zuhairini, 2004 : 120) mendefinisikan kata-kata pendidikan dalam arti luas sebagai :” semua perbuatan dan usaha dari generasi tua untuk mengalihkan pengetahuannya, pengalamannya, kecakapannya serta ketrampilannya kepada generasi muda sebagai usaha menyiapkan agar dapat memenuhi fungsi hidupnya baik jasmaniah maupun rohaniah”.
Pendidikan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan hidup dan kehidupan manusia, dalam hal ini Dewey (Zuhairini, 2004 : 120) berpendapat bahawa “Pendidikan sebagai salah satu kebutuhan hidup, salah satu fungsi sosial, sebagai bimbingan, sebagai sarana pertumbuhan yang mempersiapkan dan membukakan, serta membentuk disiplin hidup, lewat transmisi baik dalam bentuk informal, maupun non formal”.
Dengan demikian, pendidikan menyandang misi keseluruhan aspek kebutuhan hidup dan berproses sejalan dengan dinamikanya hidup serta perubahan-perubahan yang terjadi. Sebagai akibat logisnya maka pendidikan senantiasa mengandung pemikiran dan kajian, baik secara konseptual maupun operasionalnya, sehingga diperoleh relevansi dan kemampuan menjawab tantangan serta memecahkan masalah-masalah yang dihadapi umat manusia.
Pendidikan adalah juga merupakan kebutuhan hidup manusia yang mutlak harus dipenuhi demi untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Dengan pendidikan itu pula manusia akan mendapatkan berbagai macam ilmu pengetahuan untuk bekal kehidupannya. Jadi dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan sengaja dari orang dewasa dengan pengaruhnya untuk membawa Sianak didik menuju ke kedewasaan yang selalu diartikan mampu memikul tanggung jaeab moril dari segala perbuatannya, pendidikan tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani saja ( sebagai bekal kehidupannya) tetapi juga akhlak dan akalnya.
Sejalan dengan hal ini Islam adalah agama ilmu dan agama akal, karena itu islam selalu mendorong untuk mempergunakan akal dan menuntut pengetahuan, agar manusia dapat membedakan mana yang benar dan yang salah serta dapt menyelami hakikat alam.
Apabila kita perhatikan ayat-ayat yang pertam diturunkan oleh Allah kepada nabi Muhammad, maka nyatalah bahwa Allah telah menekankan betapa perlunya orang belacar membaca dan menulis serta belajar ilmu pengetahuan, hal ini dapat kita baca dalam firman Allah surat Al-alaq ayat 1-5 yang artinya “ Bacalah dengan nama tuhanmu yang telah menciptakan # Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah # Bacalah dengan nama tuhanmu yang mha pemurah # yang mengajar manusia dengan perantaraan qalam # Dia mengajarkan manusia ap-apa yang tidak diketahui # “. Dari ayat tersebut, jelaslah bahwa agama Islam mendorong umatnya agar menjadi umat yang pandai, dimulai dengan belajar membaca dan menulis yang kemudian diteruskan dengan belajar berbagai ilmu pengetahuan.
Disamping menekankan belajar, islam juga menyuruh umatnya untuk mengajarkan ilmu kepada orang lain, jadi islam mawajibkan umatnya belajar dan mengajar, melakukan proses belajar dan mengajar adalah proses yang manusiawi, yakni sesuai dengan harkat dan martabat manusia sebagai makhluk Homo Educandus, dalam arti manusia itu sebagai makhluk yang dapat dididik dan dapat menddidik.( Zuhairini, 2004 : 99).